|
Wisuda PI Del 2008 dan Dies Natalis PI Del yang ke-7; 66 lulusan PI Del siap memasuki pasar kerja Jumat, 12 September 2008 04:57 Sebanyak 66 orang mahasiswa Politeknik Informatika Del (PI Del) resmi dilantik sebagai ahli madya pada wisuda PI Del yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2008 yang lalu. Acara yang bertempat di gedung Auditorium PI Del ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Bpk. Mardianto, Menteri Riset dan Teknologi Bpk. Kusmayanto Kadiman, Dirjen Otonomi Daerah Bpk. Sojuangon Situmorang, Koordinator Kopertis Wilayah I Bpk. Zainuddin, Bupati Toba Samosir, Bupati Samosir, Ketua Dewan Pembina Yayasan Del Luhut Binsar Pandjaitan, pengurus Yayasan Del, Direktur PI Del, wisudawan, orang tua, para pejabat daerah dan undangan lainnya. Acara dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Setelah prosesi sidang akademik memasuki ruangan dan Direktur PI Del membuka sidang akademik terbuka secara resmi, nyanyian lagu Indonesia Raya menjadi pembuka acara wisuda. Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan wisuda oleh Direktur PI Del, Dr. Inggriani.

Pada sambutannya, Direktur PI Del menyatakan bahwa sampai tahun 2008, PI Del telah melepas 294 ahli madya bidang informatika ke dunia kerja. Hal ini merupakan salah satu bukti mengenai kontribusi nyata Yayasan Del dan PI Del ke masyarakat, di samping kontribusi lain yang dapat dirasakan masyarakat luas dengan keberadaan PI Del di Tobasa. Pada kesempatan tersebut, Direktur PI Del juga berpesan kepada wisudawan agar mengingat bahwa cita-cita Pendiri Yayasan Del adalah menghasilkan manusia yang seutuhnya, bukan hanya kepandaian tetapi berkelakuan baik, mempunyai hati dan mengasihi sesama. Selain itu, setelah lulus, para wisudawan harus terus belajar dan jangan lupa bahwa studi bukan hanya mengejar ijazah. Learning to do, learning to know, learning to be, learning to live together.
Para wisudawan juga dihimbau untuk tetap bersatu dalam perhimpunan alumni. Pada kesempatan ini, Dr Inggriani menyampaikan bahwa civitas akademika PI Del mengangkat “empowering our community through IT” sebagai tema Dies Natalis tahun 2008 dengan maksud agar PI Del lebih berarti bagi lingkungan sekitarnya, khususnya melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Setelah sambutan Direktur PI Del, acara dilanjutkan dengan pesan-pesan wisuda dan dies natalis PI Del oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman. Pada sambutanya, Menteri Ristek menyampaikan bahwa saat ini masyarakat sangat memerlukan informasi yang berkualitas untuk penguatan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa Indonesia. Untuk memperoleh informasi tersebut diperlukan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baik hardware maupun software sehingga pengumpulan, pengolahan dan penyebaran data dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Menteri Ristek menambahkan bahwa pemanfaatan TIK bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi SDM TIK di Indonesia. TIK menjadi tantangan mana kala keberadaan TIK secara nasional harus dapat menjawab berbagai permasalahan TIK antara pusat dan daerah, bagaimana meningkatkan akses informasi dan pengetahuan dengan pengembangan SDM, menjadikan TIK sebagai salah satu solusi memecahkan permasalahan bangsa, dan menjadikan TIK sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. Di sisi lain, pemanfaatan TIK menjadi sebuah peluang untuk pangsa pasar Indonesia dengan melihat kondisi geografis, demografis, pembangunan infrastruktur dan keberadaan program pembangunan pemerintah.

Selain itu, pada sambutannya Menteri Ristek menyampaikan bahwa secara nasional,Indonesia bertekad untuk memanfaatkan TIK sebagai pemersatu NKRI yang efektif. “Kita tidak lagi menggunakan beras dan minyak tanah sebagai pemersatu NKRI. Sebagai tindak lanjut dari semangat menjaga keutuhan NKRI melalui TIK ini Pemerintah telah membentuk Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) dengan 7 flagship-nya. Membangun infrastruktur TIK dengan pendekatan Palapa Ring adalah salah satu flagship. Begitu juga dengan Jaringan pendidikan nasional (JARDIKNAS). Flagship yang tidak kalah pentingnya adalah Be Legal yaitu upaya membuat Indonesia menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) khususnya dibidang berbagai aplikasi komputer (software). Spirit Indonesia, Go Open Source ! (IGOS) adalah tonggak dari strategi Be Legal. Terima kasih pada PI Del yang berpartisipasi melalui program Pendayagunaan Open Source Software (POSS). Melalui gerakan IGOS ini kita telah berhasil membuat Indonesia keluar dari daftar Priority Watch List yaitu daftar hitam berisi negara-negara yang masuk kategori pembajak HaKI, khususnya aplikasi komputer. Kita sudah mulai bergerak cepat dengan menyandingkan proprietaries dengan Free Open Source Software (FOSS)”, ujarnya.
Secara khusus, Menristek memberikan pesan kepada mahasiswa/wi dan wisudawan/ti. “Para mahasiswa/wi dan wisudawan/wati yang notabene masuk dalam kategori generasi millenials tentu menjadikan isu-isu silaturahmi (stay in touch), gembira (having fun) dan lebih produktif (more productive) sebagai perhatiannya. Peluang terbuka lebar dengan memperhatikan ketiga sasaran hidup tersebut. TIK tak pelak menjadi faktor penentu keberhasilan bagi generasi ini. Tantangan bukan terbatas hanya pada infrastruktur TIK, perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) saja melainkan peluang menyediakan content merupakan peluang yang terbuka tanpa batas. Kreatifitas dan inovasi adalah kunci keberhasilan”, katanya

Setelah penyampaian pesan-pesan wisuda dan dies natalis oleh Menteri Riset dan Teknologi, acara dilanjutkan dengan pelantikan wisudawan dan wisudawati PI Del Angkatan 2005 oleh Direktur PI Del. Pada acara ini dibacakan prasetia alumni oleh para wisudawan dan wisudawati yang dipimpin oleh salah seorang wisudawan. Mahasiswa yang berhasil dan diwisuda pada hari itu terdiri atas 17 orang dari program studi Teknik Informasi, 25 orang dari program studi Manajemen Informatika, 24 orang dari program studi Teknik Informatika. Pada sidang akademik terbuka ini, acara juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada wisudawan wisudawati terbaik dari masing-masing program studi, mahasiswa dengan peningkatan prestasi akademik terbaik untuk masing-masing angkatan dan mahasiswa teladan.

Perayaan Dies Natalis PI Del yang ke-7
Setelah sidang akademik terbuka ditutup, acara dilanjutkan dengan perayaan Dies Natalis PI Del yang ke-7. Pada perayaan ini, beberapa tamu undangan memberikan kata sambutan. Tamu undangan yang memberikan kata sambutan yaitu: Bupati Tobasa Monang Sitorus, Koordinator Kopertis Wilayah I Zainuddin, dan Menteri Dalam Negeri Mardianto. Mendagri Mardianto dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena akhirnya bisa hadir di lokasi kampus PI Del di Sitoluama Laguboti. Beliau menyatakan sudah tiga kali berkeinginan untuk mengunjungi PI Del, namun baru bulan September 2008 bisa terwujud. “Syukur yang tak pernah habis, karena akhirnya saya bisa hadir meski sudah lama diundang Jenderal Luhut. Saya sudah lama ingin datang ke PI Del karena ingin melihat langsung dan mengkaji apa yang dilakukan PI Del untuk diterapkan di Jawa Tengah sewaktu saya masih gubernur. Tapi akhirnya baru saat ini saya bisa datang,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya ke PI Del saat ini juga untuk belajar dari kampus PI Del sebagai masukan guna diterapkan untuk membenahi dan mengembangkan lembaga pendidikan kedinasan yang dikelola Departemen Dalam Negeri saat ini. Pada sambutannya, secara khusus mendagri berpesan kepada wisudawan wisudawati untuk terus belajar, tekun dan bekerja keras. Keberhasilan seseorang, khususnya dalam dunia kerja lebih ditentukan oleh sikap tekun dan kerja keras.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Del Luhut Pandjaitan memberikan pesan kepada wisudawan wisudawati agar selain memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian yang hebat, harus juga memiliki loyalitas yang tinggi pada pekerjaan dan kesabaran dalam bekerja. “Sampai saat ini, alumni PI Del hampir semua bekerja setelah diwisuda. Tapi di sisi lain banyak anak-anak Del yang karena terlalu laku di dunia kerja sering seperti kutu loncat dan berpindah-pindah pekerjaan. Padahal selain kepintaran, perlu adanya loyalitas. Kita harus meniru prinsip Jepang dalam hal ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan dan mahasiswa agar jangan hanya mengejar peluang dan prestasi saja tapi harus menyadari bahwa hidup yang berprestasi itu haruslah juga dibarengi dengan semangat berbuat sesuatu bagi orang lain. Tidak hanya untuk diri sendiri atau keluarga saja.
Usai acara wisuda dan dies natalis, mendagri, menristek dan tamu lainnya dibawa oleh Direktur PI Del dan Bpk. Luhut Pandjaitan berkeliling ke seluruh lokasi kampus untuk melihat lokasi dan fasilitas kampus. Di sela-sela tour campus, para tamu juga dibawa melihat pameran hasil karya mahasiswa PI Del dan karya alumni PI Del di Sumatera Utara, berupa program pemeliharaan gondang Batak.
|
|